Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) telah menerapkan larangan menyeluruh terhadap drone buatan luar negeri, termasuk yang dibuat oleh pemimpin industri DJI, tepat sebelum musim liburan. Langkah ini, yang dirancang sebagai langkah keamanan nasional, mempunyai implikasi signifikan bagi konsumen, dunia usaha, dan pasar drone itu sendiri.

Larangan: Apa Artinya

Daftar hitam FCC menargetkan drone dan komponen terkait dari pabrikan asing. DJI, yang mendominasi sekitar 90% pasar drone global, termasuk di antara perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut meskipun ada upaya baru-baru ini untuk mematuhi potensi audit. Keputusan ini menyusul meningkatnya pengawasan terhadap masalah keamanan data dan dorongan untuk meningkatkan produksi drone dalam negeri.

FCC menegaskan larangan tersebut bertujuan untuk melindungi wilayah udara AS dan mendorong inovasi dalam negeri. Sebagaimana dinyatakan oleh Ketua FCC Brendan Carr, tujuannya adalah untuk “melepaskan dominasi drone Amerika.” Hal ini mencerminkan upaya strategis yang lebih luas untuk membatasi ketergantungan teknologi asing di sektor-sektor penting.

Apa yang Terjadi pada Drone DJI yang Sudah Ada?

Bagi konsumen AS yang sudah memiliki drone DJI, dampak langsungnya sangat kecil. FCC telah mengklarifikasi bahwa pemilik yang ada dapat terus mengoperasikan perangkat mereka tanpa gangguan. Pengecer juga diizinkan menjual model yang sebelumnya disetujui dari perusahaan yang masuk daftar hitam.

Namun, larangan tersebut secara efektif menghentikan penjualan produk DJI baru di AS di masa depan kecuali perusahaan tersebut mendapatkan izin dari Departemen Pertahanan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Hal ini menciptakan ketidakpastian bagi konsumen dan industri yang sangat bergantung pada drone DJI untuk aplikasi seperti penegakan hukum, pertanian, dan inspeksi infrastruktur.

Tanggapan DJI

DJI menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut dan mengkritik kurangnya transparansi dalam proses daftar hitam. Perusahaan ini mempertahankan bahwa produk-produknya termasuk yang paling aman dan terjamin di pasar, berdasarkan tinjauan pemerintah AS selama bertahun-tahun. DJI juga berpendapat bahwa larangan tersebut didorong oleh tindakan proteksionis dan bukan karena alasan keamanan.

Meskipun ada larangan, DJI bermaksud untuk terus melayani pasar AS berdasarkan peraturan baru. Mereka berharap produk masa depan akan mendapatkan persetujuan untuk dirilis, namun jalur ke depannya masih belum jelas.

Implikasi yang Lebih Luas

Langkah FCC menimbulkan pertanyaan tentang masa depan teknologi drone di AS. Meskipun keamanan nasional merupakan kekhawatiran yang wajar, larangan tersebut dapat menghambat inovasi dan membatasi akses terhadap solusi drone yang terjangkau. Tidak adanya bukti jelas mengenai dugaan risiko keamanan DJI memicu skeptisisme mengenai motivasi sebenarnya di balik keputusan tersebut.

Situasi ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara dominasi teknologi dan kontrol geopolitik. Industri drone AS mungkin mendapatkan keuntungan dari berkurangnya persaingan, namun konsumen dan dunia usaha dapat menghadapi harga yang lebih tinggi dan pilihan yang terbatas dalam jangka pendek.