Amazon untuk sementara menghapus rekap video yang dihasilkan AI dari Prime Video setelah pengguna mengidentifikasi kesalahan faktual dalam peluncuran fitur tersebut. Rekapnya, yang memulai debutnya bulan lalu untuk acara tertentu termasuk Fallout, Jack Ryan, dan Upload, menggunakan kecerdasan buatan untuk merangkum poin plot utama bagi pemirsa. Namun, sistem ini dengan cepat mendapat kritik ketika ketidakakuratan muncul dalam rekap Fallout, yang memicu respons cepat dari perusahaan.
Cara Kerja Fitur ini
Rekap yang didukung AI menggabungkan klip video, audio, dialog, dan sulih suara sintetis untuk memberikan ringkasan musim yang ringkas. Amazon mengklaim alat tersebut dirancang untuk “memahami secara mendalam” dan menyoroti “momen penting” untuk terlibat kembali dengan serial.
Dampaknya: Kesalahan dan Penghapusan
Penggemar di platform seperti Reddit dan X (sebelumnya Twitter) dengan cepat menunjukkan kesalahannya. Seorang pengguna melaporkan rekap Fallout salah menempatkan adegan kilas balik pada tahun 1950, bukan pengaturan yang benar pada tahun 2077. Pengguna lain mencatat kesalahan karakterisasi dialog, membingkai pilihan penting sebagai kekerasan padahal adegan tersebut tidak menyiratkan hal tersebut. Setelah laporan ini, opsi rekap menghilang dari aplikasi Prime Video bagi banyak pengguna. Saat tulisan ini dibuat, opsi tersebut tetap ada di beberapa versi aplikasi, tetapi tidak berfungsi.
Mengapa Ini Penting
Penghapusan yang cepat ini menyoroti tantangan penerapan AI generatif dalam peringkasan konten. Meskipun AI berpotensi meningkatkan pengalaman pemirsa, keterbatasan akurasi dan pemahaman kontekstual saat ini menimbulkan risiko signifikan terhadap kredibilitas. Insiden ini menggarisbawahi perlunya pemeriksaan kesalahan yang ketat sebelum menskalakan fitur-fitur tersebut, karena misinformasi dapat mengikis kepercayaan terhadap platform streaming.
Amazon belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penghapusan atau rencana masa depan alat rekap AI tersebut. Untuk saat ini, eksperimen tersebut masih ditunda karena hal ini menunjukkan bahwa raksasa teknologi pun harus memperhatikan integritas faktual sebelum sepenuhnya menggunakan solusi konten berbasis AI.





























