Asus secara konsisten menonjol di pasar laptop karena kesediaannya untuk berinovasi, tidak seperti kompetitor yang mengutamakan keseragaman perusahaan. ProArt P16 adalah contoh terbaru: laptop berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk profesional kreatif, namun dengan label harga yang sesuai dengan kemampuannya. Setelah dua minggu pengujian, jelas bahwa mesin ini unggul bagi pengguna yang menginginkan kekuatan dan pengalaman visual premium.
Perangkat Keras: Kinerja Bertemu Kepraktisan
Desain ProArt P16 sederhana, hanya menawarkan satu pilihan warna (hitam). Meskipun laptop yang berfokus pada kreator mungkin mendapat manfaat dari lebih banyak penyesuaian, kualitas pembuatannya solid, meskipun rentan terhadap noda kosmetik kecil seperti goresan.
Laptop ini dibekali layar sentuh AMOLED 4K berukuran 16 inci dengan kecepatan refresh 120Hz. Konfigurasi yang diuji menampilkan SSD 2TB, RAM 64GB, prosesor AMD Ryzen AI 9 HX 370, dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5090. Kombinasi perangkat keras ini memberikan kinerja luar biasa untuk tugas-tugas berat.
Konektivitasnya lengkap, termasuk USB 4 Type-C, USB 3.2 Type-C, dua port USB 3.2 Type-A, jack headphone, pembaca kartu SD ukuran penuh, dan port HDMI 2.1 FRL. Semua ini dikemas dalam sasis 0,59 inci dengan berat lebih dari empat pon. ProArt P16 mulai dari $2.799 (dengan GPU RTX 5090), dan model yang dikonfigurasi sepenuhnya dan diuji berharga $3.999.
Keyboard ini menawarkan pengetikan yang nyaman dengan pergerakan tombol yang baik, meskipun tidak memiliki papan angka khusus, sehingga mengorbankan ruang untuk kisi-kisi speaker. Speakernya kuat tetapi bassnya kurang dalam, yang menjadi batasan akustik laptop.
Dial Pad: Metode Input Unik
Fitur yang menonjol adalah Dial Pad yang terintegrasi di sudut kiri atas trackpad. Lekukan melingkar ini berfungsi sebagai mainan gelisah dan kontrol yang dapat disesuaikan. Mengaktifkannya memerlukan gesekan, yang tidak langsung intuitif.
Dial Pad beradaptasi dengan berbagai aplikasi, menawarkan fungsi scrubbing untuk mengedit video, peralihan tab, atau pengguliran halaman. Menyiapkan kontrol khusus untuk setiap aplikasi bisa jadi membosankan, tetapi opsi defaultnya masuk akal (misalnya, menghapus garis waktu di DaVinci Resolve). Meskipun ada proses pengaturan, Dial Pad meningkatkan efisiensi alur kerja dan memberikan pengalaman interaksi yang unik.
Daya Tahan dan Performa Baterai
Daya tahan baterai ProArt P16 rata-rata untuk laptop berperforma tinggi, bertahan sekitar empat hingga lima jam dengan penggunaan biasa (puluhan tab browser, Slack, dan streaming audio). Hal ini dapat diterima mengingat kebutuhan daya GPU dan prosesor.
Laptop ini menangani tugas-tugas berat seperti mengedit video dengan mudah. Video 1080p dengan transisi diekspor dengan cepat, menunjukkan kemampuan mesin. Tes benchmark (Geekbench 6) menghasilkan skor rata-rata single-core sebesar 2.802 dan skor multi-core sebesar 12.897 saat dijalankan dengan baterai.
Kesimpulan: Alat yang Ampuh untuk Profesional
Asus ProArt P16 adalah laptop serbaguna dan bertenaga yang ideal bagi para kreator yang membutuhkan mesin yang dapat menangani tugas apa pun. Kualitas pembuatannya yang kokoh (bersertifikasi Mil-Std 810 G) memastikan ketahanan, sementara perangkat keras kelas atas memberikan kinerja tingkat atas. Harganya memang mahal, tetapi sebanding dengan kemampuan laptopnya.
Engsel 360 derajat akan meningkatkan keserbagunaan, namun ProArt P16 sudah menonjol sebagai pesaing utama bagi para profesional yang membutuhkan stasiun kerja yang andal dan berperforma tinggi.
Asus ProArt P16 tersedia di Best Buy dan Asus, dengan konfigurasi yang diuji mulai dari $2,799,99. Saat tulisan ini dibuat, stok laptop tersebut sudah habis di situs Asus.
